Jumat, 19 Februari 2016

Pertanyaan Terpenting

Pertanyaan Terpenting Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Namaku Riri, aku saat ini sedang kuliah semester akhir di sebuah universitas negeri. Aku kuliah disebuah jurusan yang cukup favorit, yaitu jurusan Kedokteran. Sebuah jurusan ? yang aku yakini ? dapat membuat hidupku lebih baik di masa mendatang.

Bukan kehidupan yang hanya untukku, tetapi juga buat keluargaku yang telah susah payah mengumpulkan uang ? agar aku dapat meneruskan dan meluluskan kuliahku. Kakakku juga rela untuk tidak menikah tahun ini, karena ia harus menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai tugas akhir dan biaya-biaya laboratoriumku yang cukup tinggi.

Hari ini adalah hari ujian semesteranku. Mata kuliah ini diampu oleh dosen yang cukup unik, dia ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan ujian secara lisan. ?Agar aku bisa dekat dengan mahasiswa.? katanya beberapa waktu lalu.

Satu per satu pertanyaan pun dia lontarkan, kami para mahasiswa berusaha menjawab pertanyaan itu semampu mungkin dalam kertas ujian kami. Ketakutanku terjawab hari ini, 9 pertanyaan yang dilontarkannya lumayan mudah untuk dijawab. Jawaban
... baca selengkapnya di Pertanyaan Terpenting Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Rabu, 03 Februari 2016

Mama

Mama Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota. Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang.

Itu dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli di situ, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya.

Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, dan belum setahun mereka di kota itu, mereka kehabisan seluruh uangnya, dan pada suatu pagi mereka sadar bahwa mereka tidak tahu di mana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeserpun uang ada di kantong.

Padahal mereka sedang menggendong bayi mereka yang berumur 1 tahun. Dalam keadaan panik dan putus asa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya, dan akhirnya tiba di sebuah jalan sepi di mana puing-puing sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh.

Saat itu angin Desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin. Ketika mereka beristirahat di bawah atap toko itu, sang suami berkata: “Saya harus meninggalkan ka
... baca selengkapnya di Mama Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Rabu, 20 Januari 2016

Benarkah Kak?

Benarkah Kak? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di tepi hati nan lara, terusik kata tajam yang menusuk, layaknya angin mencekam yang menembus pori-pori jiwa. Walau usia semuda pucuk daun teh, angin yang merajam tetap dirasa, bahkan mungkin lebih terasa sengit. Tak hanya usia, bahkan mungkin nalarnya belum setinggi langit dan seluas samudra yang membentang, menyamai angan orang-orang yang tak lagi terbuai kasih dan menelusuri hidup dengan langkah tanggung jawab lebih. Yang dalam pikirnya lebih mendominasi porsi sangka buruknya dibandingkan prasangka baiknya.

Gambaran gadis kecil memang selalu penuh dengan warna hidup sederhana, makanya Aina gadis kecil yang lucu, dengan kepolosan tutur kata dan tingkahnya, lukis wajah yang cantik dengan keharuman parasnya saat orang lain memandang, dan terlebih keteduhan keluarga yang senantiasa menaburkan kasih sayang yang tak terhingga. Kasih Sang Pencipta tak berhenti, semua memang berjalan menyusuri garisnya, garis yang dipahat di masa yang sangat jauh di belakang. Kecakapannya yang lebih dibanding anak usia di atasnya, membuat dia dikenal juga sebagai g
... baca selengkapnya di Benarkah Kak? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 14 Januari 2016

Semangkuk Bakso

Semangkuk Bakso Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dikisahkan, biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati si Putri, meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal, marah, dan jengkel.

"Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri, sungguh keterlaluan," gerutunya dalam hati. "Ini semua pasti gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. Dasar anak manja!"

Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman, atau mungkin memberi kado untuknya.

Dengan perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja. Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap nanar kepulan asap di atas semangkuk bakso.

"Mau beli bakso, neng? Duduk saja di dalam," sapa si tukang bakso.

"Mau, bang. Tapi saya tidak punya uang," jawabnya t
... baca selengkapnya di Semangkuk Bakso Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 07 Januari 2016

Filosofi Hati

Filosofi Hati Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Untuk apa pacaran? Demi apa pacaran? Mengapa kamu pacaran? Manfaat apa yang kamu peroleh dari pacaran? Sama sekali nggak ada!”

Aku diam. Duduk tegak layaknya garuda wisnu kencana yang menumbukkan mata pada perempuan berhijab di depan kelas. Mendengar deru pacu kata demi kata perempuan religius yang kini tengah berdiri di depan kelas. Berkoar membuka acara islami sederhana untuk mengisi kekosongan menit-menit tatkala para adam sujud berjamaah di Jumat tanpa syahwat.

“Kita cewek, perempuan. Sekarang aku tanya.. Siapa sih yang paling dirugikan ketika kita berpacaran?” ujar seniorku lantang saat memresentasikan projeknyda dalam proyeksi layar putih lebar yang terbentangkan di dinding depan.

“Kita!” Sahut kami serempak.

Perempuan kuning langsat itu tersenyum samar. Kalakian bertanya pelan, “Lalu, kenapa kamu masih mau pacaran?”

Untuk beberapa detik, hanya terdengar jawaban yang bertalun dalam ganglia. Hingga seorang yang duduk paling depan menjawab, “Karena pacaran itu nggak pernah tersebutkan dalam firman, sabda atau riwayat apapun dalam Islam, kak!”

Sudut-sudut bibir perempuan itu tertarik lagi. Dengan sesirat geli yang terselip dalam gurat lipatan dahinya. “Tidakkah kamu berfikir, wahai akhwat? Adam yang mengejar kita hanyalah menuntut birahi semata. Mereka terbutakan oleh nafsu. Bahkan tak jarang mereka mengedokkan ‘taubat’ dalam aksinya. Coba lihat! Selama ini, bukankah kita selal
... baca selengkapnya di Filosofi Hati Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 14 Mei 2011

Perintah Dakwah Berjama’ah.



وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”
Ibnu Abbas radhiyallahu anhu menafsirkan kata ummatin dengan arti jama’ah, sehingga untuk mengamalkan atau mewujudkan isi ayat ini telah diperintah oleh Allah subhanahu wata’ala suatu jama’ah dari kaum muslimin, agar dibentuk jama’ah dakwah. Jika dakwah dilaksanakan secara sendiri-sendiri, maka ummat tidak kenal kehebatan Allah, tetapi kenal akan kehebatan orang yang berdakwah. Jadi ajakan walaupun terlihat berbicara kebesaran Allah, tetapi hasil pendengar akan mengagumi yang bicara. Karenanya dakwah secara infiradi/sendiri-sendiri/perorangan pada hakekatnya mengajak orang pada diri sendiri.

Contohnya Meiji Mehrob, Masyaikh Pakistan (almarhum), pernah berkata kepada orang-orang ketika di jalan Allah, “Kalian tahu di Nizzammuddin itu ada seorang wali, kalian datang kesana dan minta doa kepada dia.” Ini karena di daerah tersebut pengkultusan terhadap seorang wali untuk minta air agar di doakan dan diberi kesembuhan dan keberkahan suatu hal yang biasa. Singkat cerita puluhan orang tertaskyl untuk datang ke markaz Nizzammuddin bertemu Syaikh Ilyas. Sampai di Nizammuddin, melihat orang-orang datang, yang dipikir Syaikh Ilyas untuk berangkat fissabillillah. Ternyata setelah ditafakkud oleh Syaikh Ilyas, para tasykilan Meiji Mehrob ini hanya terseyum dan tertawa kecil saja, karena tujuan mereka datang untuk minta doa saja kepada Syaikh Ilyas. Mendengar hal ini seperti Maulana Ilyas marah lalu memanggil Meiji Mehrob. Syaikh Ilyas berkata kepada Meiji Mehrob, “Kamu ini telah merusak kerja dakwah pada hari ini, kamu telah mengarahkan mahluk kepada mahluk.” Jadi arahkan orang-orang ini kepada kerja bukan kepada pribadi-pribadi. Contoh : “Mari pak kita ke Banjarmasin, disana ada ustadz Luthfi, itu pembesar dakwah.” Atau “Mari pak kita ke temboro, disana ada Kyai Udzairon, itu pembesar dakwah”. Ini yang mentaskyl orang dengan cara seperti ini adalah pengrusak-pengrusak dakwah.
Kekuatan ijtima’i amal adalah satu kerja, satu fikir dan satu hati. Jika pada ummat sudah jadi satu dalam tiga perkara tersebut di seluruh dunia, barulah dinamakan JAMA’AH, dan tidak dibatasi wilayah territorial, tidak dibatasi majelis ta’lim, ataupun tidak dibatasi suatu organisasi atau yayasan. Jika hal ini sudah terjadi yaitu ummat di seluruh dunia sudah ada kerja dakwah dengan satu kerja, satu fikir dan satu hati, maka berlaku yadullah ma’al jama’ah  artinya tangan/pertolongan Allah bersama jama’ah.



ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَ‌ٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ
Artinya : “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.” (QS Fathir 32)
Dalam ayat ini Allah menyebutkan bahwa pewaris kitab ummat ini ada tiga yaitu :
1.       Orang dhalim, pencuri, penzina, penipu, koruptor, preman dan sebagainya
2.       Orang yang pertengahan adalah kadang-kadang baik kadang kadang jahat
3.       Orang yang bersegera dalam kebaikan, seperti para ulama dan orang shaleh
Yang semuanya bersatu membuat suatu kerja dakwah berjama’ah ke seluruh alam. Tidak heran kalau suatu saat mantan preman atau koruptor menjadi peng-ishlah/memperbaiki orang lain. Misalnya diantara jama’ah ada mantan preman, kemudian datang bersilaturrahim kepada orang yang dianggap sebagai ustadz. Dan kita telah banyak mengetahui ketika usaha dakwah dikerjakan dengan ijtima’i berapa banyak perbaikan-perbaikan dalam ummat Islam?
Dakwah yang dilakukan dengan berjama’ah bukan menyamakan semua orang menjadi satu model, misalnya ulama’ semuanya atau ustadz semuanya. Tidak ! Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diutus oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk seluruh manusia tanpa mengenal tingkatan dan jabatan. Pada zaman sahabatpun tidak semua sahabat merupakan orang alim. Imam Ghazali rahimahullah menulis dalam salah satu kitab karangannya bahwa diantara 124.000 sahabat yang ulama’nya hanya 2000 – 3000 orang saja. Hal ini diketahui dari nama-nama sahabat yang dikenal meriwayatkan hadits/termasuk sanad hadits dan mungkin juga menjadi pimpinan/utusan dakwah yang diutus oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Yang lainnya orang biasa tetapi semuanya bersama-sama/berjamaah membuat kerja dakwah yang dibentuk oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Walaupun tidak semua sahabat dikenal sebagai ulama’ tetapi mereka semuanya mengenal kepada Allah subhanahu wa ta’ala, sehingga semuanya mendapat ridha dari Allah subhanahu wa ta’ala. Inilah keagungan usaha dakwah ummat akhir zaman.  Para sahabat umumnya adalah orang yang hidup di zaman jahiliyah dimana sebagian besar merupakan penjahat yang membawa dosa besar. Setelah mereka masuk Islam, semuanya disibukkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan kerja dakwah berjama’ah. Mesin dakwah yang dibuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diibaratkan seperti ember cucian yang siapa saja masuk ke dalamnya buat kerja dakwah akan berubah menjadi bersih. Sebagaimana orang yang mencuci pakaian maka selain pakaiannya bersih tangannya otomatis akan bersih.

Ummat Islam ini di ibaratkan pula oleh ulama adalah seperti air. Air ini jika ia mengalir atau bergerak maka air ini adalah suci dan mensucikan. Jika aliran sungai ini melewati kotoran-kotoran dipinggiran sungai, maka pinggiran sungaipun akan terbersihkan dari kotoran. Tetapi jika air ini tidak bergerak seperti air yang ada dikubangan, maka air yang seperti ini akan membawa banyak masalah, seperti menjadi tempat najis, banyak kotoran, sarang penyakit, tidak bersih, tidak sehat, dan tidak bisa mensucikan. Semua kotoran menumpuk di air kubangan, atau di air yang tidak bergerak, berbeda dengan air yang bergerak atau mengalir. Jadi kalau ummat islam ini tidak bergerak, maka masalah akan banyak timbul  dan ummat akan menjadi sarang kotoran sebagaimana air yang tidak bergerak yaitu menjadi air yang membawa masalah. Selama Ummat Islam dalam keadaan bergerak, berdakwah fissabillillah, maka Allah akan selesaikan semua masalah. Allah akan tolong ummat ini dan Allah akan ciutkan hati orang kafir terhadap ummat Islam. Dan Allah akan bersihkan kotoran-kotoran yang ada dalam hati ummat islam. Atas perkara inilah kita perlu membawa ummat ini untuk bergerak, pergi dijalan Allah untuk berdakwah. Inilah pergerakan memperbaiki ummat dalam Dakwah dan Tabligh, yaitu dengan mengirimkan rombongan dakwah pergi bergerak dijalan Allah dan memakmurkan mesjid Allah dengan amal-amal agama.

Jadi kerja dakwah yang dibuat ummat ini pertama kali untuk mengishlahkan dirinya sendiri. Kemudian setelah ishlah diri istiqamah maka secara perlahan tapi pasti akan berubah menjadi shaleh. Semua perbuatannya diupayakan sesuai contoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mulailah amal perbuatannya dari makan minum, pakaian, tidur, berjalan dan lainnya, yang asal hukumnya mubah menjadi bernilai ibadah disisi Allah subhanahu wa ta’ala. Shalat mulai tertib seperti cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan mulai belajar ikram kepada orang lain. Jika kerja dakwah terus dilakukan, maka akan naik menjadi muslih, yaitu tidak semata-mata memperbaiki dairi tetapi mulai mengajak orang lain agar memperbaiki dirinya. Setelah mempunyai sifat muslih barulah nushratullah/pertolongan Allah akan datang pada ummat Islam.


Minggu, 08 Mei 2011

Istiqamah Ummat Akhir Zaman sebagaimana Diperintah

Sahabat berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Ya Rasulullah, engkau telah beruban?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Ya aku tua karena Surat Hud. Masyaikh membertahu isi Surat Hud yang menjadikan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beruban adalah :
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Artinya : “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar (istiqamah), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS Hud : 112)
Allah menghendaki istiqamahnya Nabi dan ummatnya kepada apa yang menjadi perintahNya, bukan sekehendak kita. Ayat ini tidak berbunyi :
فَاسْتَقِمْ كَمَا شِئْتَ....
Artinya : “Maka istiqamahlah sebagaimana engkau suka………….
Ada orang yang berdakwah sesuai jadwal atau panggilan ceramah agama/siraman rohani atau karena ada pemurtadan, bencana alam, ada pendhaliman baru dibentuk laskar jihad dan sebagainya, maka bukan seperti ini yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Ini maknanya bukan istiqamah sebagaimana yang diperintah, tetapi sesuai dengan kebutuhan dan kesukaan. Istiqamah sebagaimana yang diperintah adalah dakwah atau usaha agama menuntut untuk terus dikerjakan hari demi hari tanpa henti karena semata-mata perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana Nabi juga diperintah dalam QS Al Muzzammil, ayat 7 :
إِنَّ لَكَ فِي النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا
Artinya : “Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan (berenang) yang panjang (banyak)”.
Di sini ada kata سَبْحًا yang kata dasarnya artinya berenang bukan berjalan, dimana maksudnya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diibaratkan berenang di tengah-tengah manusia dan tidak boleh berhenti. Seorang yang sedang berenang kemudian berhenti berenang (diam saja), niscaya akan tenggelam dan membahayakan dirinya. Seorang yang berhenti usaha dakwah atau sewaktu-waktu dakwah kalau ada panggilan atau tidak bergerak istiqamah dalam usaha dakwah atau dakwah menurut seleranya sendiri atau kalau ingin saya berdakwah, maka ini bukan seperti yang diperintah oleh Allah. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam setelah diangkat menjadi Rasul atau utusan, dengan turunnya QS Al Muddatstsir, ayat 1-3 :
يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنذِرْ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ
Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam  berkata kepada istrinya :
لاَرَيْحَتَ بَعْدَ الْيَوْمِ
Artinya : “Tidak ada istirahat lagi setelah hari ini….”
Jadi dikatakan istiqamah dalam dakwah, yaitu terus berdakwah dan selalu meningkatkan pengorbanan dalam dakwah. Apakah di suatu kampung ada pemurtadan, ada bencana alam dan sebagainya, tetap dibuat dakwah karena di satu pihak melaksanakan perintah Allah dan pihak yang lain menunaikan hak sesama muslim, yaitu saling menasihati untuk meningkatkan keimanan dan amal shalih dan menunaikan hak sesama manusia mengajak kepada Islam.
Kenapa Orang Indonesia Sulit Istiqamah?

Syaikh Khalid mengatakan Orang Indonesia sulit istiqamah karena negeri ini banyak bergantung kepada air (dikelilingi air), dimana sifat air adalah mudah ikut bentuk. Lihatlah kalau air dimasukkan ke wadah yang bundar, maka ikut bentuk bundar, dimasukkan dalam tempat yang kotak juga mengikuti tempatnya. Makanya orang Indonesia selalu ikut suasana dan keadaan yang sedang berlaku. Lihatlah di Markaz Pakistan banyak para mukimin orang markaz adalah orang-orang tua, semakin tua semakin istiqamah dan semakin menghabiskan masa untuk dakwah.Tetapi di Markaz Indonesia, semakin tua semakin istirahat, dan katakan yang muda saja yang di depan sebagai penerus generasi tua. Seharusnya semakin tua, semakin semangat tak mau kalah dengan yang muda, dan persiapan menghadapi kematian yang semakin dekat, semakin sungguh-sungguh. Kita lihat dalam kisah sahabat, bagaimana seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang bernama Abu Ayuub Al Anshary yang sudah berumur 93 tahun masih ikur berjihat di Turki bersaing dengan anak-anaknya dan akhirnya syahid.

Kenapa Orang Dakwah Ummat Akhir Zaman diperintah Ijtima’i.?

Hampir semua rukun Islam dijalankan secara Ijtima’i. Misalnya shalat diperintah dengan berjama’ah, puasa diperintah berjama’ah dalam bulan Ramadhan, zakat berjama’ah di baitul maal, dan haji diperintah berjama’ah di Makkah dan di bulan haji. Dari ibadah yang ijtima’iyat mustahil untuk mendatangkan ibadah kepada ummat dengan cara sendiri-sendiri (infiradi). Lihatlah keadaan sekarang ketika ummat Islam tidak bersatu dalam dakwah maka ummat Islam dalam keadaan tidak bersatu alias berpecah belah. Mereka ajarkan shalat kepada ummat karena infiradi sehingga hasilnya perpecahan. Tidak heran kalau ada masjid atau mushalla yang jamaah shalatnya sesuai dengan praktek pengamalan feqih ustadznya masing-masing, dan tidak mau datang ke masjid atau mushalla yang berbeda sesuai dengan kefahamannya. Demikian pula, ada ustadznya yang ingin menseragamkan cara shalat, seolah-olah kalau tak sama dengan sang ustadz maka shalatnya salah/bid’ah atau dia bukan golongannya. Misalnya kalau takbiratul ihram tangan tidak diletakkan di dada, maka selain tempat itu salah dan sebagainya. Padahal dalam Fadhail A’mal, Syaikh Zakaria rahimahullah menulis sekiranya orang mau mengerjakan shalat seperti cara Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam niscaya akan dijumpai ada 200 perbedaan pendapat dari takbir hingga salam. Maka hanya dengan dakwah secara ijtima’iyat yang bisa menyatukan ummat akhir zaman di mana saja berada, dengan kesatuan hati, fikir, kerja dan amalan. Dengan kesatuan inilah maka ummat Islam akan dapat mendatangkan pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala.